PABRIK BOILER KELAPA SAWIT

BOILER KELAPA SAWIT

Dalam pabrik kelapa sawit Ketel uap (Boiler) merupakan jantung dari sebuah pabrik kelapa sawit. Dimana, ketel uap ini lah yang menjadi sumber tenaga dan sumber uap yang akan dipakai untuk mengolah kelapa sawit. disini kita akan membahas sedikit tentang ketel uap yang digunakan dalam pabrik kelapa sawit

Sebelum kita membahas ketel uap yang digunakan dipabrik kelapa sawit. ada baiknya kalau kita mengetahui dahulu apa itu ketel uap dan berfungsi sebagai apa.

Ketel uap merupakan suatu alat konversi energi yang merubah Air menjadi Uap dengan cara pemanasan dan panas yang dibutuhkan air untuk penguapan diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar ketel uap.

Uap (energi kalor) yang dihasilkan ketel uap dapat digunakan pada semua peralatan yang membutuhkan uap di pabrik kelapa sawit, terutama turbin. Turbin disini adalah turbin uap dimana sumber penggerak generatornya adalah uap yang dihasilkan dari ketel uap. selain turbin alat lain di pabrik kelapa sawit yang membutuhkan uap seperti di sterilizer (Alat untuk memasak TBS) dan distasiun pemurnian minyak (Klarifikasi). oleh karena itu kualitas uap yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dipabrik kelapa sawit tersebut. karena jika tidak akan mengganggu expositions pengolahan dipabrik kelapa sawit.

Gambar sirkulasi air pada pipa ketel uap

Bahan Bakar Ketel Uap

Agar kualita uap yang dihasilkan dari ketel uap sesuai dengan yang diinginkan/dibutuhkan maka dibutuhkan sejumlah panas untuk menguapkan air tersebut, dimana panas tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar di ruang bakar ketel. Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna didalam ketel maka diperlukan beberapa syarat, yaitu:

Perbandingan pemakaian bahan bakar harus sesuai (cangkang dan serabut)

Udara yang dipakai harus mencukupi

Waktu yang diperlukan untutk expositions pembakaran harus cukup.

Panas yang cukup untuk memulai pembakaran

Kerapatan yang cukup untuk merambatkan nyala programming interface

Dalam hal ini bahan bakar yang digunakan adalah serabut dan cangkang, Adapaun alasan mengapa digunakan serabut dan cangkang sebagai bahan bakar adalah :

1. Bahan bakar cangkang dan serabut cukup tersedia dan mudah diperoleh dipabrik.

2. Cangkang dan serabut merupakan limbah dari pabrik kelapa sawit apabila tidak digunakan.

3. Nilai kalor bahan bakar cangkang dan serabut memenuhi persyaratan untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.

4. Sisa pembakaran bahan bakar dapat digunakan serbagai pupuk untuk tanaman kelapa sawit.

5. Harga lebih ekonomis.

Cangkang adalah sejenis bahan bakar padat yang berwarna hitam berbentuk seperti batok kelapa dan agak bulat, terdapat pada bagian dalam pada buah kelapa sawit yang diselubungi oleh serabut.

Pada bahan bakar cangkang ini terdapat berbagai unsur kimia antara lain : Carbon (C), Hidrogen (H2), Nitrogen (N2), Oksigen (O2) dan Abu. Dimana unsur kimia yang terkandung pada cangkang mempunyai persentase (%) yang berbeda jumlahnya., bahan bakar cangkang ini setelah mengalami expositions pembakaran akan berubah menjadi arang, kemudian arang tersebut dengan adanya udara pada dapur akan terbang sebagai ukuran partikel kecil yang dinamakan peatikel pijar.

Apabila pemakaian cangkang ini terlalu banyak dari serabut akan menghambat expositions pembakaran akibat penumpukan arang dan nyala programming interface kurang sempurna, dan jika cangkang digunakan sedikit, panas yang dihasilkan akan rendah.karena cangkang apabila dibakar akan mengeluarkan panas yan besar.

Serabut adalah bahan bakar padat yang bebentuk seperti rambut, apabila telah mengalami compositions pengolahan berwarna coklat muda, serabut ini terdapat dibagian kedua dari buah kelapa sawit setelah kulit buah kelapa sawit.didalam serabut dan daging buah sawitlah minyak CPO terkandung.

Panas yang dihasilkan serabut jumlahnya lebih kecil dari yang dihasilkan oleh cangkang, oleh karena itu perbandingan lebih besar serabut dari pada cangkang.disamping serabut lebih cepat habis menjadi abu apabila dibakar, pemakaian serabut yang berlebihan akan berdampak buruk pada compositions pembakaran karena dapat menghambat expositions perambatan panas pada pipa water divider, akibat abu hasil pembakaran beterbangan dalam ruang dapur dan menutupi pipa water wall,disamping mempersulit pembuangan dari pintu ekspansion entryway (Pintu keluar untuk abu dan arang) akibat terjadinya penumpukan yang berlebihan.

Cara Kerja Mesin Boiler Pabrik Kelapa Sawit

Bisnis pabrik kelapa sawit memang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Berpusat di Pulau Sumatera, pabrik kelapa sawit akan terus membutuhkan pekerja baru yang mampu bekerja dengan cekatan. Namun, karena mengenal dan mengerti cara kerja mesin-mesin di pabrik kelapa sawit bukanlah hal yang mudah, maka perlu diadakan pelatihan untuk pengenalan mesin-mesin serta fungsinya dalam mengolah kelapa sawit.

Sebut saja heater, salah satu mesin inti dalam compositions pengolahan kelapa sawit. Cara  kerja mesin kettle pabrik kelapa sawit sebetulnya mudah, saat sudah mengerti dan terbiasa mengoperasikan meisn ini. Namun, jika belum terbiasa akan tetap didampingi oleh administrator mesin evaporator kelapa sawit. Lowongna kerja administrator evaporator pabrik kelapa sawit cukup jarang ditemui, karena membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman. Maklum, harga kettle untuk pabrik kelapa sawit cukup mahal, sehingga saat terjadi kerusakan pabrik akan mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Prinsip kerja heater di pabrik kelapa sawit hampir sama dengan mesin lain, di mana harus dimatikan ketika selesai, dan harus dipanaskan terlebih dahulu sebelum digunakan. Berikut tahapannya.

Periksa tangki air umpan, apakah sudah dalam keadaan penuh dan apakah air sudah sesuai standart air umpan

Pompa air umpan ada dalam kondisi baik

Cek pengaman peralatan lain. Security valve heater harus dalam keadaan baik

Permukaan air harus pada kondisi ordinary

Ruang bakar (dapur) harus dalam keadaan bersih

Bahan bakar heater dalam keadaan cukup

Setiap unit mesin harus dijaga dan dicatat kondisinya

Pengoperasian

Valve ventilasi yang ada pada upper drum dan header super warmer harus dalam keadaan tertutup

Level air pastikan dalam kondisi ordinary

Pompa air umpan dihidupkan, dan valve buangan air dalam keadaan terbuka kurang lebih satu menit

Bahan bakar yang tersedia mulai dibakar

Prompted draft fan mulai dioperasikan, dengan syarat pintu ruang bakar (dapur) dalam keadaan tertutup

Essential dan auxiliary air fan, bearer air fan, programmed fuel feeder, dan transport bahan bakar sudah menyala

Tekanan kettle dinaikkan secara bertahap

Principle valve dibuka ke turbin dengan bertahap

Selama kettle menyala, abu ditarik secara perlahan

Blowdown dan shoot blower dilakukan secara berkala

Serta, mencatat operasional kettle setiap stick

Penghentian

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah mematikan fan

Sisa bahan bakar yang ada di dapur kettle ditarik

Tekanan kettle diturunkan perlahan, dan melakukan sirkulasi air

Valve ventilasi pada upper drum dan header super warmer dibuka

Valve principle steam ditutup pada tekanan 7 kg/cm2

Level air diatur kembali hingga ada pada posisi ordinary

Operasional pompa umpan diberhentikan. Begitu pula compound dosing pump, serta menutup valve uap di dearator serta feed water tank

Supply arus listrik ke kettle dihentikan

Terakhir, jika ada kerusakan, maka sudah menjadi tugas administrator untuk membuat laporan kerusakan

Prinsip kerja kettle pada pabrik kelapa sawit kurang lebih seperti yang dijabarkan di atas. Untuk expositions persiapan, pengoperasian, serta pemberhentiannya akan sama saja di seluruh pabrik kelapa sawit. Administrator tidak disarankan melewatkan satu tahapan selama kettle dijalankan, apalagi menjalankan evaporator secara acak dan tidak berurutan. Tenaga kerja yang bisa diandalkan dan mampu belajar dengan cepat sangat dibutuhkan di pabrik kelapa sawit. Berminat untuk bekerja di sana?

Mengenal Bagian-Bagian Boiler Pada Pabrik Kelapa Sawit

Gambar kettle pabrik kelapa sawit pasti sudah banyak dijumpai oleh mereka yang memang bekerja atau berbisnis pada bidang ini. Jika merujuk pada gambarnya, evaporator terbagi menjadi beberapa bagian. Setiap bagian ini bekerja sesuai fungsi masing-masing, yang pada akhirnya mengolah kelapa sawit menjadi bahan siap pakai. Mengenal bagian heater kelapa sawit akan memudahkan Anda dalam mempelajari kinerjanya dalam pabrik kelapa sawit.

Untuk perawatan kettle pabrik kelapa sawit sendiri memang harus dilakukan secara rutin dan harus diperhatikan jangka waktunya. Biasanya, bisa dilakukan perawatan mingguan atau bulanan untuk memastikan setiap komponennya masih layak pakai. Ada tiga belas bagian evaporator yang harus diperhatikan, sehingga compositions kettle pabrik kelapa sawit tetap predisposition berjalan seperti semula tanpa ada gangguan.

Ruang bakar (dapur). Bahan bakar akan dibakar di bagian ini dan menghasilkan gas panas. Terdapat beberapa lubang yang menjadi tempat keluar masuknya udara pembakaran agar dapat terjadi pembakaran sempurna. Pada ruangan ini dikelilingi oleh banyaknya tube air yang mampu menyerap uap panas hasil produksi steam

Upper drum. Terbuat dari low karbon steel dengan campuran chrome, vanadium, dan molybdenum. Fungsinya adalah untuk menampung air umpan yang akan didistribusikan ke pipa air pembangkit steam, dan menampung uap dari pipa pembangkit

Header air umpan. Berbentuk silinder bejana yang diletakkan di sekeliling dapur dan di bawah fire review yang ada di dinding depan evaporator. Fungsinya untuk menampung air umpan dan mendistribusikan ke pipa air pembangkit uap

Header

Tube air pembangkit uap. Di sini, air akan diubah menjadi uap dengan pemanasan gas dari dapur. Tube disusun sedemikian rupa agar bisa menerima panas secara maksimal

Downcomer pipe. Pipa ini tidak memperoleh pemanasan dari gas panas. Tugasnya mengalirkan umpan kettle dari upper drum ke header, upper drum ke drum bawah, dan upper drum ke header.

Tube superheater. Uap kering dinaikkan ke uap superheat dengan panas 2800 ke 3000 Celcius. Isinya adalah uap dari upper drum yang selanjutnya dipanaskan oleh

Jenis-Jenis Boiler Berdasarkan Cara Kerjanya

SALES FIRE TUBE STEAM BOILER
SALES FIRE TUBE STEAM BOILER

Kemajuan teknologi memang sangat berdampak signifikan terhadap kegiatan manusia terutama pada sektor industri. Berbagai macam pengembangan teknologi dilakukan agar mempermudah kinerja manusia, sehingga pada saat ini telah terdapat banyak jenis-jenis alat industri yang memiliki tujuan yang sama tetapi memiliki cara kerja yang berbeda, tidak terkecuali evaporator. Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas tentang pengertian kettle serta bagian-bagian utamanya, kali ini kita akan mencoba mengulas jenis-jenis

 

 

 

pabrik thermal oil heater

pabrik thermal oil heater

evaporator serta kelebihan dan kekurangannya.

Apa yang dimaksud dengan evaporator?

Evaporator adalah suatu perangkat berbentuk becana tertutup yang digunakan untuk memanaskan air sehingga menghasilkan steam (uap), panas dari hasil pembakaran bahan bakar dalam heater akan ditransferkan ke media air yang mengalir di dalam pipa-pipa, saat suhu air telah mencapai temperatur tertentu maka akan terjadi penguapan. Sehingga dapat kita artikan bahwa kettle merupakan suatu alat yang digunakan untu membuat steam, seperti yang kita ketahui uap dapat digunakan untuk menggerakkan turbin pada pembangkit listrik dan berfungsi sebagai pencaga suhu dalam kolom destilasi minyak bumi.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang teknologi evaporator pada saat ini, alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui jenis heater yang withering pertama digunakan. Kettle ini disebut dengan Pot Boiler atau Hycock Boiler yang memiliki bentuk yang withering sederhana dalam sejarah dan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18. Evaporator ini memiliki volume air yang besar tetapi hanya dapat memproduksi uap pada tekanan yang rendah, dengan menggunakan bahan bakar kayu serta batu bara. itulah sedikit penjelasan tetang kettle kuno yang berjaya pada masanya.

Baca juga: Fungsi Boiler Serta Komponen-Komponen Utamanya

Jenis-Jenis Boiler

Jenis heater dapat dibedakan dari berbagai macam hal seperti karakteristik, cara kerja, tipe pipa dan bahan bakar yang digunakan. Setiap jenis heater memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, seperti yang telah kita jabarkan di bawah ini:

Jenis Boiler Berdasarkan Type Tube (Pipa):

1. Fire Tube Boiler

Pada heater ini memiliki dua bagian didalamnya yaitu bagian tube yang merupakan tempat terjadinya pembakaran dan bagin barrel/tong yang berisi fluida. Tipe heater pipa programming interface ini memiliki karakteristik yaitu menghasilkan jumlah steam yang rendah serta kapasitas yang terbatas.

Prinsip Kerjanya: Proses pengapian terjadi didalam pipa dan panas yang dihasilkan diantarkan langsung kedalam heater yang berisi air.

Kelebihan: Proses pemasangan cukup mudah dan tidak memerlukan pengaturan yang khusus, tidak membutuhkan zone yang besar dan memiliki biaya yang murah.

Kekurangan : Memiliki tempat pembakaran yang sulit dijangkau saat hendak dibersihkan, kapasitas steam yang rendah dan kurang efisien karena banyak kalor yang terbuang sia-sia.

2. Water Tube.

Memiliki kontruksi yang hampir sama dengan jenis pipa programming interface, jenis ini juga terdiri dari pipa dan barel, yang menbedakan hanya sisi pipa yang diisi oleh air sedangkan sisi barrel merupakan tempat terjadinya pembakaran. Karakteristik pada jenis ini ialah menghasilkan jumlah steam yang relatif banyak.

Prinsip Kerja: Proses pengapian terjadi pada sisi luar pipa, sehingga panas akan terserap oleh air yang mengalir di dalam pipa.

Kelebihan: Memiliki kapasitas steam yang besar, niali efesiensi relatif lebih tinggi dan tungku pembakaran mudah untuk dijangkau saat akan dibersihkan.

Kekurangan: Biaya investasi awal cukup mahal, membutuhkan zone yang luas dan membutuhkan komponen tambahan dalam hal penanganan air.

Berdasarkan Jenis Bahan Bakar

1. Strong Fuel (Bahan Bakar Padat)

Sort kettle ini menggunakan bahan bakar padat seperti kayu, batu bara, dengan karakteristik seperti harga bahan bakar relatif lebih murah dan lebih efesiensi bila dibandingkan dengan evaporator listrik.

Prinsip Kerja: Pemanasan bersumber dari pembakaran bahan bakar padat atau bisa juga campuran dari beberapa bahan bakar padat (batu bara dan kayu) yang dibantu dengan oksigen.

Kelebihan: Bahan bakar mudah untuk didapatkan dan lebih murah.

Kekurangan: Sisa pembakaran sulit untuk dibersihkan,.

2. Bahan Bakar Minyak (Oil Fuel)

Jenis ini memiliki bahan bakar dari fraksi minyak bumi, dengan karakteristik yaitu memiliki bahan baku pembakaran yang lebih mahal, tetapi memiliki nilai efesiensi yang lebih baik jika dibandingkan denan yang lainnya.

Prinsip Kerja: Pemanasan yang bersumber dari hasil pembakaran antara campuran bahan bakar cair (kerosen, sun oriented, residu) dengn oksigen dan sumber panas.

Kelebihan: Memiliki sisa pembakaran yang sedikit sehingga mudah dibersihkan dan bahan baku yang mudah didapatkan.

Kekurangan: Memiliki harga bahan baku yang mahal serta memiliki kontruksi yang mahal.

3. Bahan Bakar Gas (Gaseous Fuel)

Memiliiki jenis bahan bakar gas dengan karakteristik bahan baku yang lebih murah dan nilai efesiensi lebih baik jika dibandingkan dengan jenis tipe bahan bakar lain.

Prinsip Kerja: Pembakaran yang terjadi akibat campuran dari bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen serta sumber panas.

Kelebihan: memiliki bahan bakar yang withering murah dan nilai efesiensi yang lebih baik.

Kekurangan: Kontruksi yang mahal dan sumber bahan bakar yang sulit didapatkan, harus melalui jalur distribusi.

4. Electric

Dari namanya saja kita tentu sudah mengetahu bahwa sumber panas alat ini berasal dari listrik, dengan karakteristik bahan bakar yang lebih murah akan tetapi memiliki tingkat efesiensi yang rendah.

Prinsip Kerja: Pemanas bersumber dari listrik yang menyuplai panas.

Kelebihan: Memiliki perewatan yang sederhana dan sumber pemanas sangat mudah untuk didapatkan.

Kekurangan: Nilai efesiensi yang buruk dan memiliki temperatur pembakaran yang rendah.

Sekian pembahasan mengenai jenis-jenis kettle berdasarkan kerjanya, diharapkan agar artikel ini dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkan, Terimakasih.

PENGERTIAN BOILER MODEL MIURA

PENGERTIAN BOILER

JUAL BOILER MODEL MIURA
JUAL BOILER MODEL MIURA

Kettle adalah bejana bertekanan dengan bentuk dan ukuran yang didesain untuk menghasilkan uap panas atau steam. Steam dengan tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu expositions.

PRINSIP KERJA

Prinsip kerja dari kettle (Saturated steam) bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Air Umpan setelah melalui expositions pretreatment di conditioner atau air condensate dipompakan ke economizer.

Di economizer terjadi pemanasan awal yang memanfaatkan panas buang di stack. Pemanasan awal dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dari kettle.

Selanjutnya air umpan masuk ke dalam ketel tapi sebelumnya diberikan chemichal sesuai dosis yang ditentukan.

Setelah itu air umpan yang mengalami pemanasan didalam ketel uap berubah fasa menjadi steam dan siap didistribusikan.

Setelah steam berubah fasa kembali menjadi (air condensat) maka bisa kembali dipompakan kedalam ketel kembali. Air make up hanya digunakan untuk menggantikan hilangnya air akibat expositions blowdown.

SISTEM BOILER

Sistem Air umpan

Air umpan adalah air yang disuplai ke evaporator untuk dirubah menjadi steam. Sedangkan sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara otomatis untuk evaporator sesuai dengan kebutuhan steam. Ada dua sumber Air umpan, yaitu:

o Kondensat : steam yang telah berubah fasa menjadi air (mengembun)

o Air make up : air baku yang sudah diolah

Untuk meningkatkan efisiensi evaporator air umpan sebelum di suplai ke kettle dipanaskan terlebih dahulu menggunakan limbah panas dari smokestack.

Sistem Steam

Sistem steam adalah expositions pengontrolan produksi steam dalam evaporator, seperti: kapasitas, weight, dsb. Selanjutnya steam didistribusikan ke pengguna melalui jalur perpipaan.

Sistem Bahan bakar

Sistem bahan bakar adalah semua gear atau peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar evaporator. Peralatan yang digunakan tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan evaporator.

KLASIFIKASI BOILER

Berbagai bentuk evaporator telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk kettle sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang heater yang mempengaruhi lingkungan dan produk steamseperti apa yang akan dihasilkan. Berikut klasifikasi evaporator yang telah dikembangkan:

a. Berdasarkan tipe pipa :

# Fire Tube:

Tipe evaporator pipa programming interface memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah.

Cara kerja : expositions pengapian terjadi didalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam evaporator yang berisi air. Besar dan konstruksi kettle mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan evaporator tersebut.

# Water Tube:

Tipe evaporator pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang tinggi.

Cara Kerja : expositions pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuah steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap optional superheater dan essential superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini.

b. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :

# Solid Fuel

Tipe evaporator bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran relatif lebih murah dibandingkan dengan kettle yang menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan kettle tipe listrik.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar padat (batu bara, baggase, rejected item, sampah kota, kayu) dengan oksigen dan sumber panas.

# Oil Fuel

Tipe heater bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran withering mahal dibandingkan dengan semua tipe. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dbandingkan dengan kettle bahan bakar padat dan listrik.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar cair (sunlight based, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.

# Gaseous Fuel

Tipe heater bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran withering murah dibandingkan dengan semua tipe kettle. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe evaporator berdasarkan bahan bakar.

Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber panas.

# Electric

Tipe heater listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku pemanasan relatif lebih murah dibandingkan dengan kettle yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai effisiensi dari tipe ini withering rendah jika dbandingkan dengan semua tipe evaporator berdasarkan bahan bakarnya.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas.

c. Berdasarkan kegunaan heater :

# Power Boiler

Tipe control heater memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam sebagai pembangkit listrik, dan sisa steamdigunakan untuk menjalankan compositions industri.

Cara kerja : steam yang dihasilkan kettle ini menggunakan tipe water tube evaporator, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator.

# Industrial Boiler

Tipe modern kettle memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas untuk menjalankan compositions industri dan sebagai tambahan pemanas.

Cara kerja : steam yang dihasilkan kettle ini dapat menggunakan tipe water tube atau shoot tube heater, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang.

# Commercial Boiler

Tipe business kettle memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas sebagai pemanas dan sebagai tambahan untuk menjalankan expositions operasi komersial.

Cara kerja : steam yang dihasilkan kettle ini dapat menggunakan tipe water tube atau shoot tube heater, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang rendah.

# Residential Boiler

Tipe private kettle memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan.

Cara kerja : steam yang dihasilkan kettle ini menggunakan tipe shoot tube heater, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah

# Heat Recovery Boiler

Tipe warm recuperation kettle memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam dari uap panas yang tidak terpakai. Hasilsteam ini digunakan untuk menjalankan expositions industri.

Cara kerja : steam yang dihasilkan evaporator ini menggunakan tipe water tube kettle atau discharge tube heater, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar.

d. Berdasarkan konstruksi evaporator :

# Package Boiler

Tipe bundle evaporator memiliki karakteristik : perakitan kettle dilakukan di pabrik pembuat, pengiriman langsung dalam bentuk heater.

# Site Erected Boiler

Tipe site raised heater memiliki karakteristik : perakitan kettle dilakukan di tempat akan berdirinya evaporator tersebut, pengiriman dilakukan per komponen.

Cara Menghitung Efisiensi Boiler

ual-Hot-Water-boiler-Gas-LPG-PGN-CNG-Solar.png

Cara Menghitung Efisiensi Boiler

Efisiensi kettle adalah sebuah besaran yang menunjukkan hubungan antara supply energi masuk ke dalam evaporator dengan energi keluaran yang dihasilkan oleh heater. Namun demikian, efisiensi pada heater dapat didefinisikan ke dalam tiga cara yaitu:

Efisiensi Pembakaran

Efisiensi Termal

Efisiensi Bahan Bakar-Uap Air (Fuel-to-Steam)

Efisiensi Pembakaran Boiler secara umum menjelaskan kemampuan sebuah burner untuk membakar keseluruhan bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar (heater) kettle. Efisiensi tipe ini dihitung dari jumlah bahan bakar yang tidak terbakar bersamaan dengan jumlah udara sisa pembakaran (overabundance air). Pembakaran evaporator dapat dikatakan efisien apabila tidak ada bahan bakar yang tersisa di ujung keluaran ruang bakar heater, begitu pula dengan jumlah udara sisa.

kettle effectiveness

Untuk mendapatkan efisiensi pembakaran yang tinggi, burner dan ruang bakar kettle harus didesain seoptimum mungkin. Di sisi lain perbedaan penggunaan jenis bahan bakar juga mempengaruhi efisiensi pembakaran. Diketahui bahwa bahan bakar cair dan gas (seperti LNG dan HSD) menghasilkan efisiensi pembakaran yang lebih tinggi jika dibandingkan bahan bakar padat seperti batubara.

Menghitung efisiensi pembakaran kettle tidaklah sulit, kita hanya perlu mengurangi jumlah add up to energi panas yang dilepas oleh pembakaran dengan energi panas yang lolos melewati stack (cerobong asap), dibagi dengan add up to energi panas.

ηcombustion=Qin−QlossesQin×100%

dimana,

ηcombustion : Efisiensi pembakaran kettle (%)

Qin : Energi panas add up to hasil pembakaran (kalori; Joule)

Qlosses : Energi panas lolos melewati cerobong asap (kalori; Joule)

Satu-satunya yang sulit dari efisiensi pembakaran adalah bagaimana mengejar angka yang withering ideal. Efisiensi pembakaran ditandai dengan terbakarnya keseluruhan bahan bakar di ruang bakar. Sedangkan parameter kontrol yang digunakan untuk memastikan keseluruhan bahan bakar terbakar, adalah jumlah udara sisa pembakaran (overabundance air) yang keluar melalui stack. Semakin banyak jumlah overabundance air yang keluar melewati cerobong asap, maka semakin kecil pula kemungkinan jumlah bahan bakar yang belum terbakar bisa melewati cerobong asap. Namun juga, semakin banyak jumlah overabundance air yang lolos melewati cerobong asap, jumlah energi panas yang lolos terbawa oleh udara sisa tersebut juga semakin banyak. Maka dari itu ada angka ideal dari besaran abundance air, sehingga didapatkan efisiensi pembakaran heater yang withering ideal.

photograph IMG_2264.png

Nampak pada ilustrasi grafik di atas bahwa semakin tinggi jumlah udara (oksigen) yang lolos melewati stack, maka akan semakin kecil jumlah bahan bakar termasuk karbon monoksida yang belum terbakar sempurna. Namun juga seperti yang telah kita bahas di atas, semakin tinggi jumlah overabundance air maka grafik efisiensi pembakaran kembali turun, tidak lain hal ini dikarenakan energi panas yang ikut lolos dengan udara sisa tersebut. Maka dapat dipastikan ada nilai withering ideal dari overabundance air sehingga didapatkan efisiensi pembakaran withering baik. Sebagai gambaran saja, nilai overabundance air ideal untuk pembakaran gas alam adalah 5 hingga 10%, bahan bakar cair di angka 5 hingga 20%, dan 15 hingga 60% untuk pembakaran batubara.

Efisiensi Termal Boiler menunjukkan bagaimana performa heater dalam hal fungsinya sebagai warm exchanger. Perhitungan efisiensi ini akan menunjukkan seefektif apa perpindahan energi panas dari compositions pembakaran bahan bakar ke air. Namun perhitungan efisiensi ini tidak terlalu akurat, karena ia tidak memperhitungkan kerugian panas radiasi maupun konveksi yang tidak terserap oleh air. Selain itu, perhitungan efisiensi termal evaporator tidak bisa digunakan untuk analisa ekonomis, sebab perhitungan ini tidak memperhatikan secara teliti jumlah bahan bakar yang dikonsumsi. Atas dasar inilah kita tidak akan membahas lebih dalam mengenai perhitungan efisiensi termal kettle.

Boiler Tungku Desain Simple

Boiler Tungku Desain Simple

Saat ini banyak para pengguna evaporator menggunakan bahan bakar padat (strong fuel) sebagai pilihan untuk konsumsi bahan bakar mereka, contohnya cangkang sawit. cangkang kelapa sawit (batok/tempurung nya) sebagai bahan bakar. Pertimbangan penggunaan bahan bakar ini, karena cangkang sawit banyak tersedia di negri ini. Perkebunan kelapa sawit bisa kita temukan di pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi. Maka dari itu, para pemilik perusahaan/pabrik banyak yang memanfaatkan limbah cangkang ini sebagai bahan bakar kettle mereka. Bahkan, seperti pulau jawa yang perkebunan sawitnya belum banyak, perusahaan banyak yang menggunakan vangkang sawit karena alasan lingkungan dan finansial. Biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsumsi bahan bakar kettle lebih ekonomis dibandingkan dengan slar maupun gas, apalagi LPG. Alasan kedua biasanya cangkang sawit digunakan sebagai pengganti bahan bakar batu bara, karena emisi gas buang yang dikeluarkan dari cerobong pembakaran bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar batu bara yang nilai kandungan kimia beracunnya yang lebih tinggi. Selain sawit, ada juga yang menggunakan batu bara, kayu ampas batang tebu, tongkol jagung atau bahan limbah komoditas pertanian lainnya yang bisa di bakar.

Untuk bisa menggunakan cangkang kelapa sawit, maka harus dibuatlah kettle dengan desain tungku. Berbeda dengan evaporator atau warm oil berbahan bakar diesel/sun based atau gas. Desain heater dengan mesin pembakar/burner lebih sederhana jika dibandingkan dengan evaporator dengan tungku, harus ada ruang bakar untuk bahan bakar strong fuel ini. Biasanya desain dari tungku heater sudah bisa dipercayakan kepada evaporator producer, karena mereka lebih tahu dan berpengalaman dalam hal merancang kettle tungku dengan desain yang pas. Hal ini biasanya berdasarkan pertimbangan efisiensi ruangan, kecepatan pembakaran atau type kettle nya itu sendiri.

Kalori yang dihasilkan dari pembakaran cangkang sawit bisa mencapai 4000 – 4500 kcal/kg, hanya selisih sekitar 500 – 1000 kalori saja dari bahan bakar batu bara yang kalorinya sekitar 5000 sampai 5500. Keuntunganlainnya adalah harga bahan bakar cangkang per tonnya jauh lebih murah dibandingkan batubara. Sehingga akan meningkatkan nilai effisiensi biaya pengeluaran bahan bakar heater.

Bahan bakar jenis cangkang sawit sangat melimpah tersedia di Indonesia. Pada umumnya, cangkang sawit merupakan bahan bakar kedua terbesar dalam penggunaanya sebagai bahan bakar setelah batu bara dalam kategori strong fuel.

Fungsi Boiler di atas kapal

Fungsi Boiler di atas kapal

A.Fungsi Boiler

Kettle atau ketel uap adalah suatu perangkat mesin yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. Expositions perubahan air menjadi uap terjadi dengan memanaskan air yang berada didalam pipa-pipa dengan memanfaatkan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar.

Uap yang dihasilkan kettle adalah uap superheat dengan tekanan dan temperatur yang tinggi. Jumlah produksi uap tergantung pada luas permukaan pemindah panas, laju aliran, dan panas pembakaran yang diberikan. Kettle yang konstruksinya terdiri dari pipa-pipa berisi air disebut dengan water tube heater.

Kettle kapal merupakan bagian dari peralatan yang digunakan untuk membantu kerja mesin penggerak utama. Dalam melaksanakan kerjanya, kettle kapal membutuhkan beberapa peralatan yang lain. Seperti definisinya, heater kapal merupakan peralatan yang digunakan untuk mengubah cairan, yaitu air, menjadi uap, maka evaporator kapal membutuhkan bahan yang akan diubah menjadi uap, yaitu air ( biasa disebut: feed water). Untuk mengubah cairan menjadi uap kettle membutuhkan panas, panas yang diperlukan diperoleh dari bahan bakar. Aliran cairan sampai menjadi uap digambarkan pada gambar berikut ini:

Jika pompa digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari tanki bahan bakar menuju mesin penggerak utama, bagaimana dengan heater kapal? Evaporator kapal memiliki peran yang penting juga dalam operasional mesin penggerak utama. Bahan bakar yang dipindahkan oleh pompa pada umumnya adalah bahan bakar yang memiliki viskositas yang tinggi, viskositas ini mempengaruhi kekentalan bahan bakar. sehingga jika nilai viskositas tidak diturunkan maka bahan bakar akan mengental dan sulit untuk dipompa dan sulit untuk masuk menuju spout bahan bakar mesin penggerak utama. Untuk menurunkan kekentalan ini maka bahan bakar harus dipanaskan terlebih dahulu. Expositions pemanasan bahan bakar tidak boleh menggunakan programming interface, karena bahan bakar akan dengan mudah terbakar. Compositions pemanasan bahan bakar tersebut menggunakan aliran uap panas yang dialirkan melalui pipa – pipa yang dipasang dalam tangki bahan bakar atau pada jalur aliran bahan bakar menuju mesin penggerak utama. Uap panas yang dialirkan tersebut diperoleh dari kettle kapal

 

Sistem heater terdiri dari: sistem air umpan, si stem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk evaporator secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam evaporator. Steam dialirkan melalui si stem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem.

Air yang disuplai ke heater untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan . Dua sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari expositions dan (2) Air makeup(air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang kettle dan plant compositions. Untuk mendapatkan efisiensi kettle yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang.

B.Jenis-Jenis Boiler Berdasarkan Tipe Pipa

– Fire Tube Boiler

fire tube heater

Tipe heater pipa programming interface memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. Cara kerja : expositions pengapian terjadi didalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam kettle yang berisi air. Besar dan konstruksi evaporator mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan kettle tersebut.

– Water Tube

Water-tube evaporator

Tipe evaporator pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang tinggi. Cara Kerja : expositions pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuah steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap auxiliary superheater dan essential superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini.

Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.

No. Tipe Boiler Keuntungan Kerugian
1 Fire Tube Proses pemasangan mudah dan cepat, Tidak membutuhkan setting khusus Tekanan operasi steam terbatas untuk tekanan rendah 18 bar
Investasi awal boiler ini murah Kapasitas steam relatif kecil (13.5 TPH) jika diabndingkan dengan water tube
Bentuknya lebih compact dan portable Tempat pembakarannya sulit dijangkau untuk dibersihkan, diperbaiki, dan diperiksa kondisinya.
Tidak membutuhkan area yang besar untuk 1 HP boiler Nilai effisiensinya rendah, karena banyak energi kalor yang terbuang langsung menuju stack
2 Water Tube Kapasitas steam besar sampai 450 TPH Proses konstruksi lebih detail
Tekanan operasi mencapai 100 bar Investasi awal relatif lebih mahal
Nilai effisiensinya relatif lebih tinggi dari fire tube boiler Penanganan air yang masuk ke dalam boiler perlu dijaga, karena lebih sensitif untuk sistem ini, perlu komponen pendukung untuk hal ini
Tungku mudah dijangkau untuk melakukan pemeriksaan, pembersihan, dan perbaikan. Karena mampu menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang lebih besar, maka konstruksinya dibutuhkan area yang luas

C.Prinsip Kerja Boiler

Prinsip kerja dari evaporator (Saturated steam) bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Air Umpan setelah melalui expositions pretreatment di conditioner atau air condensate dipompakan ke economizer.

Di economizer terjadi pemanasan awal yang memanfaatkan panas buang di smokestack. Pemanasan awal dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dari heater.

Selanjutnya air umpan masuk ke dalam ketel tapi sebelumnya diberikan chemichal sesuai dosis yang ditentukan.

Setelah itu air umpan yang mengalami pemanasan didalam ketel uap berubah fasa menjadi steam dan siap didistribusikan.

Setelah steam berubah fasa kembali menjadi (air condensat) maka bisa kembali dipompakan kedalam ketel kembali. Air make up hanya digunakan untuk menggantikan hilangnya air akibat expositions blowdown.

SISTEM BOILER

Sistem Air umpan

Air umpan adalah air yang disuplai ke evaporator untuk dirubah menjadi steam. Sedangkan sistem air umpan adalah sistem penyediaan air secara otomatis untuk heater sesuai dengan kebutuhan steam. Ada dua sumber Air umpan, yaitu:

Kondensat : steam yang telah berubah fasa menjadi air (mengembun)

Air make up : air baku yang sudah diolah

Untuk meningkatkan efisiensi evaporator air umpan sebelum di suplai ke heater dipanaskan terlebih dahulu menggunakan limbah panas dari fireplace.

Sistem Steam

Sistem steam adalah compositions pengontrolan produksi steam dalam evaporator, seperti: kapasitas, weight, dsb. Selanjutnya steam didistribusikan ke pengguna melalui jalur perpipaan.

Sistem Bahan bakar

Sistem bahan bakar adalah semua hardware atau peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar evaporator. Peralatan yang digunakan tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan evaporator.

KLASIFIKASI BOILER

Berbagai bentuk heater telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk evaporator sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang kettle yang mempengaruhi lingkungan dan produk steamseperti apa yang akan dihasilkan. Berikut klasifikasi kettle yang telah dikembangkan:

a. Berdasarkan tipe pipa :

Fire Tube:

Tipe heater pipa programming interface memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah.

Cara kerja : compositions pengapian terjadi didalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam evaporator yang berisi air. Besar dan konstruksi evaporator mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan heater tersebut.

Water Tube:

Tipe kettle pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang tinggi.

Cara Kerja : expositions pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuah steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap auxiliary superheater dan essential superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini.

b. Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :

Strong Fuel

Tipe kettle bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran relatif lebih murah dibandingkan dengan heater yang menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan kettle tipe listrik.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar padat (batu bara, baggase, rejected item, sampah kota, kayu) dengan oksigen dan sumber panas.

Oil Fuel

Tipe heater bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran withering mahal dibandingkan dengan semua tipe. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dbandingkan dengan kettle bahan bakar padat dan listrik.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar cair (sunlight based, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.

Vaporous Fuel

Tipe heater bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran withering murah dibandingkan dengan semua tipe kettle. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe kettle berdasarkan bahan bakar.

Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber panas.

Electric

Tipe heater listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku pemanasan relatif lebih murah dibandingkan dengan kettle yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai effisiensi dari tipe ini withering rendah jika dbandingkan dengan semua tipe kettle berdasarkan bahan bakarnya.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas.

c. Berdasarkan kegunaan heater :

Power Boiler

Tipe control heater memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam sebagai pembangkit listrik, dan sisa steamdigunakan untuk menjalankan compositions industri.

Cara kerja : steam yang dihasilkan heater ini menggunakan tipe water tube kettle, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator.

Mechanical Boiler

Tipe mechanical heater memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas untuk menjalankan expositions industri dan sebagai tambahan pemanas.

Cara kerja : steam yang dihasilkan evaporator ini dapat menggunakan tipe water tube atau discharge tube kettle, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang.

Business Boiler

Tipe business evaporator memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas sebagai pemanas dan sebagai tambahan untuk menjalankan compositions operasi komersial.

Cara kerja : steam yang dihasilkan evaporator ini dapat menggunakan tipe water tube atau discharge tube kettle, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang rendah.

Private Boiler

Tipe private evaporator memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan.

Cara kerja : steam yang dihasilkan evaporator ini menggunakan tipe discharge tube kettle, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah

Warmth Recovery Boiler

Tipe warm recuperation evaporator memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam dari uap panas yang tidak terpakai. Hasilsteam ini digunakan untuk menjalankan compositions industri.

Cara kerja : steam yang dihasilkan kettle ini menggunakan tipe water tube heater atau shoot tube evaporator, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar.

d. Berdasarkan konstruksi kettle :

Bundle Boiler

Tipe bundle kettle memiliki karakteristik : perakitan heater dilakukan di pabrik pembuat, pengiriman langsung dalam bentuk evaporator.

Site Erected Boiler

Tipe site raised kettle memiliki karakteristik : perakitan heater dilakukan di tempat akan berdirinya evaporator tersebut, pengiriman dilakukan per komponen.

D.Cara Pengoperasian Boiler

Standar Operasi Prosedur Boiler

1. Pendahuluan sebelum pemanasan

Penting dilakukan pemanasan/kontrol yang seksama terhadap semua peralatan pada kettle untuk memastikan bahwa semuanya berada dalam kondisi siap pakai sebelum dilakukan pemanasan :

Periksa dan pastikan semua valve pada kettle dalam posisi tertutup

Periksa semua visual terhadap semua fan, seperti packaging, bearing, v-belt, baut penahan dan lain-lain

Periksa level air pada glass penduga, cobakan gelas penduga, guna memastikan bahwa level air sekitar setengah gelas penduga

Periksa perssure measure, berfungsi baik/tidak

Kontrol air blower, dan pastikan tekanannya lebih besar 8 barg

Inspeksi ruang bakar dan pastikan bahwa dapur bersih dan fiber bar dan dinding batu secara umum siap pakai

Periksa dan pastikan blow down valve dalam posisi tertutup

Periksa tangki air umpan dan isi bila di perlukan

Tes caution untuk level air tinggi dan level air rendah (level pertama dan kedua). Ini dilakukan dengan memompakan air ke level yang tinggi kemudian buang menjadi level pertama dan kedua, kembalikan lagi level air diboiler sekitar setengahnya

2. Pemanasan (Menaikkan Steam)

Waktu yang dibutuhkan untuk pemanasan evaporator bervariasi diantara jenis/type heater, jika kettle di padamkan malam sebelumnya, lakukan hal seperti berikut :

Masukkan fiber dan sebarkan secara merata diatas fire grind, kemudian nyalakan programming interface

Hidupkan ID Fan, FD Fan, dan auxiliary Fan dengan damper yang setengah tebuka

Jika memiliki sitem pendingin pendukung batang ruang bakar, buka water valve atau jalankan pompa sirkulasi jika ada

Panaskan kettle secara berlahan untuk menaikkan steam ketekanan kerja, pastikan bahwa level air di glass penduga tidak bertambah (terkontrol)

Lakukan blowdown pada warmer dinding samping dan pastikan bahwa level air tetap terjaga (jangan melakukan blowdown pada header dinding samping ketika kettle operasi>

Feline : Ingatlah selalu bahwa moderate terminating yang merata akan memperpanjang umur kettle anda dan berikan selalu waktu pemanasan yang lebih lama.

3. Menghubungkan Boiler ke pipa induk steam (Main Steam Pipe)

Saat menghubungkan heater ke fundamental steam pipe, perlu dibiasakan untuk melindungi kettle, pipa-pipa dan steam turbin dari kerusakan :

Buka penuh semua steam trap sidestep valve pada jalur fundamental steam pipe dan steam turbin

Buka sedikit heater fundamental stop valve untuk meratakan pemanasan pada principle steam pipa

Pada steam berhembus bebas keluar dari aliran sidestep velve, segera tutup sidestep velve

Biarkan steam trap valve dalam posisi terbukan dan buka berlahan-lahan evaporator fundamental stop valve sampai terbuka penuh

Ketika hendak menggabungkan evaporator kedua atau ketiga pada fundamental steam pipe, pastikan bahwa kettle tersebut berada pada tekanan yang s

Jual Boiler Tungku – Batubara, Cangkang Sawit, Kayu

Boiler Tungku Desain Simple

Saat ini banyak para pengguna boiler menggunakan bahan bakar padat Biomass (solid fuel) sebagai pilihan yang tepat  untuk konsumsi bahan bakar Boiler, contohnya cangkang sawit. cangkang kelapa sawit (batok/tempurung nya) sebagai bahan bakar. Pertimbangan penggunaan bahan bakar ini, karena cangkang sawit banyak tersedia di negri ini. dan mempunyai kalori 4000kalori Di Perkebunan kelapa sawit bisa kita temukan di pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi. Maka dari itu, para pemilik perusahaan/pabrik banyak yang memanfaatkan limbah cangkang ini sebagai bahan bakar boiler mereka. Bahkan, seperti pulau jawa yang perkebunan sawitnya belum banyak, perusahaan banyak yang menggunakan cangkang sawit karena alasan lingkungan dan finansial. Biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsumsi bahan bakar boiler lebih ekonomis dibandingkan dengan solar maupun gas, apalagi LPG. Alasan kedua biasanya cangkang sawit digunakan sebagai pengganti bahan bakar batu bara, karena emisi gas buang yang dikeluarkan dari cerobong pembakaran bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar batu bara yang nilai kandungan kimia beracunnya yang lebih tinggi. Selain sawit, ada juga yang menggunakan batu bara, kayu ampas batang tebu, tongkol jagung atau bahan limbah komoditas pertanian lainnya yang bisa di bakar.
Untuk bisa menggunakan cangkang kelapa sawit, maka harus dibuatlah boiler dengan desain tungku. Berbeda dengan boiler atau thermal oil berbahan bakar diesel/solar atau gas. Desain boiler dengan mesin pembakar/burner lebih sederhana jika dibandingkan dengan boiler dengan tungku, harus ada ruang bakar untuk bahan bakar solid fuel ini. Biasanya desain dari tungku boiler sudah bisa dipercayakan kepada boiler maker, karena mereka lebih tahu dan berpengalaman dalam hal merancang boiler tungku dengan desain yang pas. Hal ini biasanya berdasarkan pertimbangan efisiensi ruangan, kecepatan pembakaran atau type boiler nya itu sendiri.
Kalori yang dihasilkan dari pembakaran cangkang sawit bisa mencapai 4000 – 4500 kcal/kg, hanya selisih sekitar 500 – 1000 kalori saja dari bahan bakar batu bara yang kalorinya sekitar 5000 sampai 5500. Keuntunganlainnya adalah harga bahan bakar cangkang per tonnya jauh lebih murah dibandingkan batubara. Sehingga akan meningkatkan nilai effisiensi biaya pengeluaran bahan bakar boiler.
Bahan bakar jenis cangkang sawit sangat melimpah tersedia di Indonesia. Pada umumnya, cangkang sawit merupakan bahan bakar kedua terbesar dalam penggunaanya sebagai bahan bakar setelah batu bara dalam kategori solid fuel.

Jual Boiler Bahan Bakar Kayu

Boiler Tungku Desain Simple

Saat ini banyak para pengguna boiler menggunakan bahan bakar padat (solid fuel) sebagai pilihan untuk konsumsi bahan bakar mereka, contohnya cangkang sawit. cangkang kelapa sawit (batok/tempurung nya) sebagai bahan bakar. Pertimbangan penggunaan bahan bakar ini, karena cangkang sawit banyak tersedia di negri ini. Perkebunan kelapa sawit bisa kita temukan di pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi. Maka dari itu, para pemilik perusahaan/pabrik banyak yang memanfaatkan limbah cangkang ini sebagai bahan bakar boiler mereka. Bahkan, seperti pulau jawa yang perkebunan sawitnya belum banyak, perusahaan banyak yang menggunakan vangkang sawit karena alasan lingkungan dan finansial. Biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsumsi bahan bakar boiler lebih ekonomis dibandingkan dengan slar maupun gas, apalagi LPG. Alasan kedua biasanya cangkang sawit digunakan sebagai pengganti bahan bakar batu bara, karena emisi gas buang yang dikeluarkan dari cerobong pembakaran bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar batu bara yang nilai kandungan kimia beracunnya yang lebih tinggi. Selain sawit, ada juga yang menggunakan batu bara, kayu ampas batang tebu, tongkol jagung atau bahan limbah komoditas pertanian lainnya yang bisa di bakar.

Untuk bisa menggunakan cangkang kelapa sawit, maka harus dibuatlah boiler dengan desain tungku. Berbeda dengan boiler atau thermal oil berbahan bakar diesel/solar atau gas. Desain boiler dengan mesin pembakar/burner lebih sederhana jika dibandingkan dengan boiler dengan tungku, harus ada ruang bakar untuk bahan bakar solid fuel ini. Biasanya desain dari tungku boiler sudah bisa dipercayakan kepada boiler maker, karena mereka lebih tahu dan berpengalaman dalam hal merancang boiler tungku dengan desain yang pas. Hal ini biasanya berdasarkan pertimbangan efisiensi ruangan, kecepatan pembakaran atau type boiler nya itu sendiri.

Kalori yang dihasilkan dari pembakaran cangkang sawit bisa mencapai 4000 – 4500 kcal/kg, hanya selisih sekitar 500 – 1000 kalori saja dari bahan bakar batu bara yang kalorinya sekitar 5000 sampai 5500. Keuntunganlainnya adalah harga bahan bakar cangkang per tonnya jauh lebih murah dibandingkan batubara. Sehingga akan meningkatkan nilai effisiensi biaya pengeluaran bahan bakar boiler.

Bahan bakar jenis cangkang sawit sangat melimpah tersedia di Indonesia. Pada umumnya, cangkang sawit merupakan bahan bakar kedua terbesar dalam penggunaanya sebagai bahan bakar setelah batu bara dalam kategori solid fuel.

Jual Boiler Tungku Batu Bara

Boiler Tungku Desain Simple

Saat ini banyak para pengguna boiler menggunakan bahan bakar padat (solid fuel) sebagai pilihan untuk konsumsi bahan bakar mereka, contohnya cangkang sawit. cangkang kelapa sawit (batok/tempurung nya) sebagai bahan bakar. Pertimbangan penggunaan bahan bakar ini, karena cangkang sawit banyak tersedia di negri ini. Perkebunan kelapa sawit bisa kita temukan di pulau sumatera, jawa, kalimantan dan sulawesi. Maka dari itu, para pemilik perusahaan/pabrik banyak yang memanfaatkan limbah cangkang ini sebagai bahan bakar boiler mereka. Bahkan, seperti pulau jawa yang perkebunan sawitnya belum banyak, perusahaan banyak yang menggunakan vangkang sawit karena alasan lingkungan dan finansial. Biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsumsi bahan bakar boiler lebih ekonomis dibandingkan dengan slar maupun gas, apalagi LPG. Alasan kedua biasanya cangkang sawit digunakan sebagai pengganti bahan bakar batu bara, karena emisi gas buang yang dikeluarkan dari cerobong pembakaran bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar batu bara yang nilai kandungan kimia beracunnya yang lebih tinggi. Selain sawit, ada juga yang menggunakan batu bara, kayu ampas batang tebu, tongkol jagung atau bahan limbah komoditas pertanian lainnya yang bisa di bakar.

Untuk bisa menggunakan cangkang kelapa sawit, maka harus dibuatlah boiler dengan desain tungku. Berbeda dengan boiler atau thermal oil berbahan bakar diesel/solar atau gas. Desain boiler dengan mesin pembakar/burner lebih sederhana jika dibandingkan dengan boiler dengan tungku, harus ada ruang bakar untuk bahan bakar solid fuel ini. Biasanya desain dari tungku boiler sudah bisa dipercayakan kepada boiler maker, karena mereka lebih tahu dan berpengalaman dalam hal merancang boiler tungku dengan desain yang pas. Hal ini biasanya berdasarkan pertimbangan efisiensi ruangan, kecepatan pembakaran atau type boiler nya itu sendiri.

Kalori yang dihasilkan dari pembakaran cangkang sawit bisa mencapai 4000 – 4500 kcal/kg, hanya selisih sekitar 500 – 1000 kalori saja dari bahan bakar batu bara yang kalorinya sekitar 5000 sampai 5500. Keuntunganlainnya adalah harga bahan bakar cangkang per tonnya jauh lebih murah dibandingkan batubara. Sehingga akan meningkatkan nilai effisiensi biaya pengeluaran bahan bakar boiler.

Bahan bakar jenis cangkang sawit sangat melimpah tersedia di Indonesia. Pada umumnya, cangkang sawit merupakan bahan bakar kedua terbesar dalam penggunaanya sebagai bahan bakar setelah batu bara dalam kategori solid fuel.

Jual Fire Tube Boiler Gas

Jual Fire Tube Boiler

Fire Tube Boiler juga sering disebut Boiler Pipa Api. Fire Tube Boiler biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang relatif kecil dengan tekanan rendah hingga sedang, itu dikarenakan sesuai dengan karakteristik dari Fire Tube Boiler itu sendiri, yang dimana karakteristinya ialah menghasilkan kapasitas steam dan tekanan rendah. Fire Tube Boiler kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire Tube Boiler dalam operasinya menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat. Sebagian besar Fire tube boiler dirakit oleh pabrik untuk semua bahan bakar.

Cara kerja Fire Tube Boiler cukup mudah dipahami yaitu dikarenakan pada saat proses pengapian yang terjadi di dalam pipa, panas yang dihasilkan dari pengapian tersebut akan dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air.

PT. Indira Dwi Mitra memiliki Tim yang ahli dalam jasa fabrikasi Fire Tube Boiler ,Maka dari itu, kami selalu memberikan solusi-solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan customer  dalam hal :

  • Desain dan Engineering
  • Suku cadang dan layanan
  • Pemasangan
  • Pembuatan

Aplikasi

  • Pabrik Tahu
  • Pabrik Kayu
  • Pemanas Crude Palm Oil (CPO)
  • Pemanas Bahan Bakar Kapal (Residu)
  • Dll

Bahan Bakar Fire Tube Boiler

  • Single Feul Burner :
    • Gas Burner (Gas)
    • Light Oil Burners (Solar)
    • Heavy Oi Burner (Residu)
  • Dual Feul Burner :
    • Gas-Light Oil Burner
    • Gas-Heavy Oil Burner
  • Tungku
    • Kayu
    • Batubara
    • Batok Kelapa
    • Cangkang Sawit

Kelebihan

  • Mempunyai bentuk yang lebih compact dan portable.
  • Investasi awal fire tube boiler atau boiler pipa api ini murah.
  • Tidak membutuhkan setting khusus sehingga proses pemasangannya mudah dan cepat.
  • Menghemat pemakanan tempat, karena tidak membutuhkan area yang besar untuk 1 HP boiler.

Kekurangan

  • Tekanan operasi steam terbatas untuk tekanan rendah yaitu 18 bar.
  • Jika dibandingkan dengan water tube boiler kapasitas steam relatif kecil (13.5 TPH).
  • Banyak energi kalor yang terbuang langsung menuju stack sehingga nilai efisiensinya rendah.
  • Sulit dijangkaunya tempat pembakaran untuk dibersihkan, diperbaiki, dan diperiksa kondisinya.

 

General Technical Fire Tube Boiler

TECHNICAL DATASHEET
Features Unit IDM 300 IDM 500 IDM 1000 IDM 1500 IDM 2000 IDM 3000 IDM 5000
Steam production Kg/h 300 500 1000 1500 2000 3000 5000
Design pressure bar 12 12 12 12 12 12 12
Max working pressure bar 10 10 10 10 10 10 10
TOTAL ELECTRIC POWER
Heavy fuel oil KW 4,3 5,3 9,6 12,9 16,0 24,0 32
Natural gas or diesel oil KW 2,3 2,3 4,6 5,9 7,0 12,0 18
FUEL CONSUMPTION AT 100% OF THE LOAD  
Heavy fuel oil Kg/h 22 36 72 110 145 218 363
Natural gas Nm3/h 25 41 81.5 124.5 164 247 411
Diesel oil kg/h 23 38 76 116 153 230 383
FUEL CALORIFIC POWER
Heavy fuel oil Kcal/kg 9500
Natural gas Kcal/Nm3 8400
Diesel oil Kcal/kg 9000
Standard electric power data
380 V / 50 Hz / 3 phases with neutral
Auxiliaries voltage 220 V

Ratman Bejo

Call/WA : 0813 88 666 204
Phone     : 021-22259 400[]

E-Mail:ratman@indira.co.id
idmratman@gmail.com[/

Home

PT.INDIRA DWI MITRA PROJECT REFERENCE: